Selasa, 18 September 2012

Membantu anak yang mengalami stres



Bila anak mengalami stres, anak tidak dapat mencari solusi dari stres yang di deritanya, karena anak belum memiliki kemampuan yang cukup. maka orang tua /dewasa perlu membantu untuk mengatasi kesulitan anak sehingga stres yang di alami tidak berkepanjangan.
hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak
  • memperbaiaki pola asuh
  • jangan membuat tuntutan yang berlebihan.
  • membuat kedekatan dengan anak dan komunikasi yang terbuka.
  • menciptakan keluarga yang harmonis.
  • bentuk anak yang mandiri.
  • memberi keleluasaan yang wajar untuk anak.
  • berikan makanan yang sehat dan tidur cukup.

gejala stres pada anak

Anak yang stres dapat di identifikasikan dengan memperhatikan tingkah lakunya, reaksi -reaksi Psikosomatik termasuk sakit kepala yang terjadi pada anak. kelelahan gangguan tidur, tanda -tanda lainnya seperti sering menangis, sering menyendiri, rewel, tidak mau sekolah.
jika nak menderita terlalu lama dan setelah di konsultasikan ke dokter tidak ditemukan penyebab penyakitnya, maka orang tua dapat meminta bantuan seorang Psikolig.

Penyebab Stres pada anak

Stres terjadi pada berbagai usia, bahkan sejak usia dini, sejak dalam kandungan ibu (jika Ibu mengalami stres) janin dalam kandungan juga ikut merasakannya.
seiring dengan bertambahnya usia terutama pada saat remaja, berbagai penyebab dapat memicu stres pada anak - anak, antara lain:
Makanan : kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat mempengaruhi anak. karena gizi yang di perlukan tubuh tidak tercukupi.

Kurang tidur : karena banyaknya bermain atau nonton TV, banyaknya tugas yang di berikan sekolah, kursus yang berlebihan menyebabkan anak kekurangan jam tidur kemudian menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil.

Lingkungan keluarga yang tidak harmonis (pertengkaran, perceraian yang terjadi dalamkeluarga)

Pola asuh orang tua dapat dibagi 3
authoritarian: orang tua bersikap otoriter, memaksa anak untuk menuruti tuntutan orang tua. anak tidak di beri "kebebasan"
permissive : orang tua terlalu memberi kebebasan pada anak.
authoritative : orangtua menentukan dengan jelas konsekwensi dari setiap tindakan yang di ambil. orang tua tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak mandiri.

Tekanan dari teman(di ejek)

Pendidikan dan Pembinaan mental anak

Mental di artikan hal yang menyangkut batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga.
dalam kamus Psikologi Mental di artikan hal yang menyinggung masalah pikiran, akal, ingatan atau proses yang berasosiasi dengan fikiran ingatan.
Para ahli jiwa membaginya dalam dua golongan besar yaitu :

a. Golongan yang sehat mentalnya
  orang yang sehat mentalnya adalah orang yang mampu merasakan kebahagiaan dalam hidupnya dan      menggunakan bakat-bakatnya. orang yang sehat mentalnya tidak akan ambisius, tidak sombong, menghargai orang lain, kepandaian dan kebahagiaanya di gunakan bersama.

b. Golongan yang kurang sehat mentalnya.
golongan ini sangat luas, mulai yang seringan-ringanya sampai kepada yang seberat-beratnya. yang tergolong kepada yang kurang sehat adalah perasaan terganggu, rasa gelisah tidak menentu, rasa takut yang tidak masuk akal, rasa iri, rasa sedih yang tidak beralasan, sombong.

gangguan terhadap kesehatan mental dapat pula mempengaruhi pikiran, misalnya anak -anak menjadi bodoh di sekolah, pemalas, pelupa, suka membolos, dll.

 Tujuan pendidikan Nasional pada dasarnya adalah pembinaan Mental yang sehat, sehingga setiap anak didik mulai dari kecilnya telah dipersiapkan untuk mengalami ketentraman jiwa yang akan menjadi dasar dari pembinaan Mental selanjutnya. sehingga anak dapat di harapkan mempunyai mental yang sehat.

macam - macam kepribadian anak

Kepribadian adalah bagian dari diri manusia yang sangat unik, dimana manusia memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk merespon segala sesuatu.
Dengan memahami kepribadian anak, kita bisa mengerti , memahami tipologi kepribadiannya.
kepribadian manusia dapat di bagi menjadi empat golongan yaitu:
  1. koleris
  2. sanguitis
  3. phlegmatis
  4. melankolis
Koleris : tipe kepribadian yang tegas, cenderung untuk memimpin/  mengatur. seorang anak yang koleris biasanya memiliki motivasi yang kuat dari dalam dirinya.

singuinis : orangnya cerahceria, senang menjadi pusat perhatian.
seorang anak singuitis merupakan anak yang sangat senang sekali bermain dan berkumpul dengan banyak teman temanya.

phlegmatis : kepribadian yang suka melakukan segala sesuatu berdasarkan urutan yang telah di berikan
anak plegmatis biasanya cenderung diam dan mengalah, mereka sering menghindari komflik dan sering kali merelakan peralatan atau tulisannya untuk di pinjam.

melankolis :adalah seorang yang rapi. ciri anak  melankolis yang sangat tampak adalah anak ini sangat teratur, suka kerapian, suka "mengontrol" semuanya sendiri.

dari keempat tipologi kepribadian ini tidak satupun tipologi kepribadian yang lebih baik daripada yang lain, artinya masing-masing mempunyai keempat keadaan dari tipologi kepribadian ini. hanya saja di bagian mana  yang paling dominan itulah yang membentuknya, yang membedakan dari yang alin.